Kamis, 21 Januari 2016

Bolehkah Dalam Islam menggunakan Parfum Yang Mengandung Alkohol

Bolehkah Dalam Islam menggunakan Parfum Yang Mengandung Alkohol

Bolehkah Dalam Islam menggunakan Parfum Yang Mengandung Alkohol - Mungkin ini yang sering kurang dipahami oleh sebagian orang yang menghukumi haramnya parfum beralkohol. Mereka mengira bahwa alkohol yang terdapat dalam parfum adalah khomr dan najis.
 
Semua yang najis sudah tentu haram tetapi setiap yang haram belum tentu najis.
 
Contoh : Hukum laki-laki menggunakan perhiasan emas adalah haram,tetapi bagaimana jika laki-laki menyentuh emas atau perhiasan emas,apakah najis? tentu saja tidak


Perlu kita ketahui terlebih dahulu, khomr adalah segala sesuatu yang memabukkan. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ


“Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.”


Baca juga : Pengertian Parfum Isi Ulang Atau Yang Biasa Disebut Dengan Parfum Refill


Yang jadi illah (sebab) pengharaman khomr adalah karena memabukkan. 


Perhatikan perkataan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsamin berikut :
 

“Khomr diharamkan karena illah (sebab pelarangan) yang ada di dalamnya yaitu karena memabukkan. Jika illah tersebut hilang, maka pengharamannya pun hilang. Karena sesuai kaedah “al hukmu yaduuru ma’a illatihi wujudan wa ‘adaman (hukum itu ada dilihat dari ada atau tidak adanya illah)”. Illah dalam pengharaman khomr adalah memabukkan dan illah ini berasal dari Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ (kesepakatan ulama kaum muslimin).”
 
Inilah sebab pengharaman khomr yaitu karena memabukkan. Oleh karenanya, tidak tepat jika dikatakan bahwa khomr itu diharamkan karena alkohol yang terkandung di dalamnya. Walaupun diakui bahwa yang jadi patokan dalam menilai keras atau tidaknya minuman keras adalah karena alkohol di dalamnya. Namun ingat, alkohol bukan satu-satunya zat yang dapat menimbulkan efek memabukkan, masih ada zat lainnya dalam minuman keras yang juga sifatnya sama-sama toksik (beracun). Dan sekali lagi dikatakan bahwa Al Qur’an dan Al Hadits sama sekali tidak pernah mengharamkan alkohol, namun yang dilarang adalah khomr yaitu segala sesuatu yang memabukkan.
 
Lalu kembali pada point yang diutarakan. Perlu kiranya kita ketahui bersama bahwa alkohol (etanol) yang bertindak sebagai solvent (pelarut) dalam parfum bukanlah khomr. Maksudnya, yang menjadi solvent (pelarut) di situ bukanlah wiski, vodka, rhum atau minuman keras lainnya. Tidak ada pembuat parfum beralkohol yang menyatakan demikian. Namun yang menjadi solvent boleh jadi adalah etanol murni atau etanol yang bercampur dengan air. Dan ingat, etanol di sini bukanlah khomr. Dari pengamatan di sini saja, kenapa parfum beralkohol mesti diharamkan, yang nyata-nyata kita saksikan bahwa campurannya saja bukan khomr. Pernyataan di atas bukan berdasar dari logika keilmuan semata, namun LP POM MUI  pun menyatakan demikian. Berikut kami cuplik sebagian perkataan mereka.
 
Alkohol yang dimaksud dalam parfum adalah etanol . Menurut fatwa MUI, etanol yang merupakan senyawa murni-bukan berasal dari industri minuman beralkohol (khamr)- sifatnya tidak najis. Hal ini berbeda dengan khamr yang bersifat najis. Oleh karena itu, etanol tersebut boleh dijual sebagai pelarut parfum, yang notabene memang dipakai di luar (tidak dimasukkan ke dalam tubuh).” (REPUBLIKA - Jumat, 30 September 2005). Perhatikan baik-baik kalimat tersebut.
 
Taruhlah kita mengangap bahwa khomr adalah najis sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Tetap dikatakan bahwa parfum beralkohol hukum asalnya adalah halal karena campurannya saja bukan khomr, lantas mengapa dianggap haram.

  Etanol (Alkohol) adalah Zat yang Suci
 

Pembahasan ini bukanlah memaksudkan pada pembahasan minuman keras. Minuman keras sudah diketahui haramnya karena termasuk khomr. Yang dibahas adalah mengenai apa hukum dari etanol (C2H5OH), apakah suci dan halal.


Namun sedikit mengulang dengan menjelaskan melalui ilustrasi berikut :
 

Air kadang bercampur dengan zat lainnya. Kadang air berada di minuman yang halal. Kadang pula air berada pada minuman yang haram (semacam dalam miras). Namun bagaimanakah sebenarnya status air itu sendiri sebagai zat yang berdiri sendiri, tanpa bercampur dengan zat lainnya? Apakah halal? Jawabannya, halal. Karena kita kembali ke hukum asal segala sesuatu adalah halal. Dasarnya adalah firman Allah,


هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ


“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 29)


قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ


“Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" (QS. Al A’rof: 32)


Air ini bisa menjadi haram jika ia sudah berupa campuran, namun yang ditinjau adalah campurannya dan bukan lagi airnya. Misalnya air yang terdapat dalam miras. Pada saat ini, air sudah bercampur dan menjadi satu dengan miras. Dan miras dihukumi haram, termasuk pula air di dalamnya.
 
Sama halnya kita terapkan untuk etanol. Etanol kadang bercampur dan jadi satu dengan minuman keras. Kadang pula etanol berada dalam cairan etanol yang bercampur dengan air. Bagaimanakah hukum asal etanol ketika berdiri sendiri dan belum bercampur atau menyatu dengan zat lain. Jawabannya, sama dengan air di atas. Kita kembali ke hukum asal bahwa segala sesuatu itu halal. Termasuk juga etanol ketika ia berdiri sendiri.
 

Nanti masalahnya berbeda ketika etanol tadi bercampur dan menyatu dengan miras. Ketika itu etanol juga bercampur dengan zat asetanilda, propanol, butanol, dan metanol yang kebanyakan bersifat toksik (racun). Pada saat ini, campurannya dihukumi haram karena sifatnya memabukkan, termasuk pula etanol di dalamnya.
 

Namun bagaimana jika etanol hanya bercampur dengan air. Apakah dihukumi haram. Jawabnya, kembali ke hukum asal yaitu halal. Pada saat ini pula etanol bukan lagi memabukkan. Namun asal etanol memang toksik (beracun) dan tidak bisa dikonsumsi. Jika etanol hanya bercampur dengan air, lalu dikonsumsi, maka cuma ada dua kemungkinan bila dikonsumsi, yaitu sakit perut atau mati.


Intinya, ada beberapa point yang dapat kita simpulkan:
 
  • Hukum asal etanol jika ia berdiri sendiri dan tidak bercampur dengan zat lain adalah halal.
  • Etanol bisa berubah statusnya jadi haram jika ia menyatu dengan minuman yang haram seperti miras.
  • Etanol ketika berada dalam miras, yang dihukumi adalah campuran mirasnya dan bukan etanolnya lagi.
Jika melihat etanol (alkohol) yang ada dalam parfum, maka kita dapat katakan bahwa yang jadi solvent (pelarut) dalam parfum tersebut adalah etanol yang suci, Karena campuran dalam parfum di sini bukanlah khomr, namun etanol yang statusnya suci.
 
Jika Kita Menganggap Campuran Parfum adalah Khomr Ini sebenarnya pernyataan yang kurang tepat sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Namun taruhlah jika kita masih meyakini bahwa parfum yang  mengandung alkohol memakai campuran khomr, lalu dari segi mana parfum tersebut boleh digunakan. Jawabannya, kita kembali pada pembahasan apakah khomr itu najis ataukah tidak. Sebagaimana yang telah diutarakan bahwa khomr itu haram namun tidak najis.


Di antara alasannya:
 

Pertama: Tidak ada dalil tegas yang menyatakan khomr itu najis.
 

Kedua: Terdapat dalil yang menyatakan khomr itu suci.

Sebagaimana hal ini dapat kita lihat pada hadits dari Anas bin Malik tentang kisah pertama kali pengharaman khomr. Pada saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru dengan berkata, “Ketahuilah, khomr telah diharamkan.” Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa ketika bejana-bejana khomr pun dihancurkan dan penuhlah jalan-jalan kota Madinah dengan khomr. Padahal ketika itu orang-orang pasti ingin melewati jalan tersebut. Jika khomr najis, maka pasti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menyuruh membersihkannya sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintakan untuk membersihkan kencing orang Badui di masjid. Jika khomr najis tentu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membiarkan orang-orang membuangnya di jalan begitu saja.


Artikel terkait : Ini Penjelasan Kenapa Kita Tidak Dapat Mencium Aroma Parfum Sendiri

Ketiga: Hukum asal segala sesuatu adalah suci.

Jika sudah jelas zat khomr itu suci dan tidak najis, maka tidak menjadi masalah dengan parfum beralkohol.

Jadi kesimpulanya Alkohol Sebagai Solvent (Pelarut) pada Parfum Bukanlah Khomr, dan boleh digunakan untuk pelarut parfum, Mudah-mudahan penjelasan ini dapat memahamkan dan memantapkan anda tentang boleh atau tidaknya kita menggunakan parfum yang mengandung alkohol.

Senin, 18 Januari 2016

Ini Penjelasan Kenapa Kita Tidak Dapat Mencium Aroma Parfum Sendiri

Ini Penjelasan Kenapa Kita Tidak Dapat Mencium Aroma Parfum Sendiri

Ini Penjelasan Kenapa Kita Tidak Dapat Mencium Aroma Parfum Sendiri - Pastinya semua orang suka dengan aroma parfum yang baunya bertahan lama. Mungkinkah bau parfum yang anda beli akan terus tercium seperti pertama kali Anda membeli dan memakainya? Inilah mitos yang terjadi. Kebanyakan orang merasa bahwa parfumnya seolah sudah tidak terlalu wangi lagi. Bahkan ada beberapa dari mereka yang sangat suka memilih parfum, memilih membeli jenis parfum baru atau pun juga brand baru.

Hal ini merupakan kejadian yang cukup unik dan kenyataannya, cukup dipercaya di kalangan masyarakat. Kebanyakan orang percaya bahwa keharuman parfum merupakan sebuah kebutuhan.Tak lain tujuannya dalam menggunakan parfum adalah meningkatkan kepercayaan diri dan tentunya juga untuk menarik perhatian orang di sekitarnya.
 
Parfum sering digunakan orang untuk menghilangkan bebauan yang kurang disenangi. Nah, kalau begitu bagaimana bisa aroma parfum itu seolah menghilang dari penciuman sang pemakainya. Padahal, ketika kita tanyakan pada orang lain yang ada di sekitar kita, mereka selalalu menjawab parfummu sudah sangat wangi sekali.
 
Persoalan seperti ini sebenarnya sangat sering kita jumpai dan sangat mudah jawabannya. Ketika kita sering mengunakan parfum dengan aroma yang sama, maka kepekaan atau immunitas terhadap aroma yang ada akan semakin kuat. Akibatnya, bau yang sama seolah menjadi kebal untuk dicium dan terasa sudah tidak berbau wangi lagi seperti sebelumnya.
 
Satu-satunya cara untuk membuat Anda sensitif dengan bau parfum Anda adalah dengan tidak menggunakannya untuk beberapa hari, atau dengan kata lain, ganti parfum anda dengan aroma wangi yang lainnya untuk sementara waktu. Kalau Anda merasa aroma parfum kesukaan anda tidak bisa dilupakan, maka tambahkan saja volume pemakaiannya. Maka bukan salah parfumnya, akan tetapi memang begitulah indra penciuman kita jika sering mencium aroma yang sering digunakan maka seolah indra penciuman kita menjadi kebal terhadap aroma tersebut.
 
Oleh sebab itu jika anda mengalami kejadian seperti ini jangan khawatir, Anda cium saja tempat dimana anda memakai parfum tadi, semisal di baju cium tempat anda menyemprotkan parfum tadi jika masih tercium baunya maka parfum kita masih kuat,dan orang di sekitar kita juga pasti tercium bau parfum kita.

Rabu, 13 Januari 2016

Perbedaan Eau de Parfum,Eau de Toilette dan Eau de Cologne Berdasarkan Tingkat Konsentratnya

Perbedaan Eau de Parfum,Eau de Toilette dan Eau de Cologne Berdasarkan Tingkat Konsentratnya

Perbedaan Eau de Parfum,Eau de Toilette dan Eau de Cologne Berdasarkan Tingkat Konsentratnya - Mengenali Jenis Parfum sangatlah penting, karena sebelum memakai parfum kita bisa mengenali jenis parfum bagaimana yang cocok dengan selera kita.Kebanyakan orang memakai parfum tanpa mengetahui tingkat konsentrat parfum itu sendiri.Padahal tiap-tiap jenis parfum mempunyai beberapa tingkat konsentrat dan tiap-tiap konsentrat mempunyai kegunaan masing-masing dalam cara pemakaianya.

Bibit parfum perlu diencerkan dengan pelarut karena bibit minyak murni baik itu alami maupun sintetis mengandung konsentrat tinggi yang mungkin dapat mengakibatkan reaksi alergi dan atau panas jika digunakan langsung ke kulit.Jika langsung digunakan di pakaian maka akan meninggalkan noda yang tentunya kurang sedap di pandang, Oleh sebab itu bibit minyak parfum perlu di campurkan dengan pelarut supaya dapat menguapkan bibit minyak esensial tersebut dan membantu mereka menyebar ke udara.


Selama ini pelarut yang paling umum digunakan untuk pengencer bibit parfum adalah etanol (alkohol) atau campuran etanol (alkohol) dan air. Sedang jenis-jenis parfum dan persentase volume konsentratnya dalam parfum adalah sebagai berikut:


Pengertian Jenis-Jenis parfum menurut konsentratnya terdiri dari tiga macam:
 
1.Eau de perfume (EDP): Parfum Eau de perfume ini kandungan alkoholnya rendah dengan kadar bibit parfum yang paling tinggi diantara jenis parfum yang lain, dan mempunyai aroma yang kuat dan dapat bertahan cukup lama. Jenis aroma parfum ini biasanya menggunakan bibit parfum sebanyak 25% hingga 30%. Namun jika di hitung dengan perbandingan maka jenis Eau de perfume menggunakan perbandingan satu berbanding dua sampai tiga, cocok digunakan untuk anda yang mempunyai aktifitas padat.

2.Eau de Toilette (EDT): Jenis parfum ini kadar alkoholnya lumayan tinggi dengan kadar bibit parfum yang sesuai untuk aromanya yang ringan,tidak terlalu tajam dan awet. Jenis parfum Eau de Toilette ini menggunakan bibit parfum sebanyak 15% hingga 20% dengan perbandingan rata-rata satu banding empat sampai lima, dan jenis parfum ini cocok digunakan pada setiap kesempatan.
 
3.Eau de Cologne (EDC): Wewangian jenis ini adalah wewangian yang ringan dan mempunyai jumlah kadar alkohol yang paling banyak diantara jenis parfum yang lain. Jenis wewangian ini memiliki kadar bibit parfum yang rendah biasanya menggunakan bibit parfum sebanyak 7% hingga 10% dan jika di buat perbandingan maka perbandinganya kurang lebih antara satu berbanding sembilan dan biasanya jenis Eau de Cologne ini digunakan setelah sehabis mandi untuk menyagarkan tubuh.

Semakin tinggi jumlah bibit parfum, maka intensitas dan aroma akan lebih tahan lama.Para produsen parfum menetapkan jumlah yang berbeda dari bibit parfum untuk masing-masing parfum mereka. Oleh karena itu, meskipun konsentrat bibit parfum dalam pengenceran Eau De Parfum (EDP) lebih tinggi dibandingkan parfum yang menggunakan takaran Eau De Toilette (EDT) namun keawetanya belum tentu lebih unggul dengan yang menggunakan Eau De Parfum (EDP), karena kekuatan bibit parfum yang digunakan oleh produsen parfum juga bermacam-macam-macam dan juga memegang peranan penting mengenai awet atau tidaknya parfum tersebut, Oleh sebab itu sebuah parfum EDT dari sebuah Produsen parfum mungkin lebih kuat daripada EDP dari Produsen parfum yang lain.

Minggu, 03 Januari 2016

6 Tips Cara Memilih Parfum Yang Perlu Anda Ketahui

6 Tips Cara Memilih Parfum Yang Perlu Anda Ketahui

6 Tips Cara Memilih Parfum Yang Perlu Anda Ketahui - Banyaknya pilihan wangi parfum di pasaran terkadang membuat kita kebingung sendiri saat akan membeli parfum.Ada beberapa aroma tertentu yang kita sukai tetapi rasanya itu tidak sesuai dengan karakter kita dan pastinya kita akan merasa ragu jika akan memilih aroma tersebut. Saat ini parfum memang bukan hanya pengharum tubuh tapi juga bisa menjadi media untuk mengekpresikan kepribadian kita,Oleh karenanya kita harus jeli dalam memilih aroma parfum yang akan kita beli nantinya.


Parfum sendiri terbagi dari beberapa aroma baik untuk pria maupun wanita ,diantaranya :
         

1.Aroma Sporty
 
Aroma sporty ini biasanya cenderung berbau fresh atau segar,bagi anda yang sering beraktifitas sampai seharian penuh aroma jenis sporty ini layak menjadi pilihan anda,dan mengenai jenis wanginya anda bisa menentukan pilihan anda sendiri.
  

2.Aroma Sweet
 
Aroma sweet adalah aroma yang cenderung manis,aroma ini kebanyakan disukai oleh kaum wanita,aroma manis biasanya mempunya karakter bau yang kuat dan aromanya sendiri terdiri dari berbagai macam jenis. 

3.Aroma Spice
 
Aroma spice mencerminkan lelaki yang macho,karena aroma rempahnya yang kuat sehingga aroma ini mencerminkan laki-laki yang berkarakter dan elegan,aroma spice ini wanginya juga terdiri dari beberapa jenis.


Berikut 6 tips cara memilih parfum yang perlu anda ketahui :
 

1.Sukai semua aroma parfum

Jangan pernah batasi diri anda untuk mencoba mencium aroma wangi yang baru.Karena kebanyakan orang selalu menggunakan parfum dengan aroma yang itu-itu saja dan tidak mau mencoba aroma yang lain,boleh anda menggemari satu parfum yang memang anda sukai dan anda merasa cocok dengan aromanya.Akan tetapi tidak ada salahnya mencoba wewangian yang sedikit berbeda, bisa saja wangi itu lebih cocok untuk Anda daripada wangi yang sebelumnya.

2.Hindari mencium terlalu banyak aroma

Mencium wangi parfum sulit dilakukan pada seseorang yang belum terbiasa,karena hidung yang tidak terlatih mencium wewangian biasanya ketika mencium begitu banyak parfum pada waktu yang bersamaan maka aroma parfum serasa sama semuanya.Karena wangi yang dihasilkan tidak terekam baik dalam otak kita,Oleh karenanya, cobalah setidaknya bila anda di toko parfum cobalah mencium empat atau maksimum enam wangi parfum di saat yang bersamaan.

3.Semprot di kulit saat mencoba

Jangan hanya mencium parfum cuman dari botolnya,karena aroma yang dihasilkan oleh parfum akan tercium dengan baik jika sudah menempel pada kulit tubuh,Semprotkan  parfum langsung pada kulit tubuh lalu gosok dengan jari,maka baunya akan terasa lebih jelas dan itu pun akan berbeda lagi pada orang lain tergantung pada level PH,suhu tubuh, dan aroma tubuh masing-masing orang.

4.Tunggu aroma hingga kering

Ketika anda berada di toko parfum maka cobalah beberapa parfum di kulit Anda, biarkan selama kurang lebih 5 sampai 10 menit sampai aroma benar-benar terasa, karena aroma parfum semakin kering semakin jelas bau aslinya,Jika Anda sudah mengetahui aroma aslinya dan ternyata anda menyukainya karena serasa cocok dengan karakter dan kepribadian anda, maka tidak ada salahnya untuk membeli parfum tersebut.

5.Sering-seringlah berganti-ganti aroma

Milikilah parfum setidaknya dua sampai tiga jenis parfum.Atau sukur-sukur anda bisa memakai dua jenis parfum dalam satu hari dengan waktu yang berbeda,Untuk siang hari pakailah parfum yang beraroma sporty dan untuk malamnya anda dapat memakai wangi parfum yang lebih pekat, seperti aroma rempah. Aroma wangi Ini akan memberikan kesan yang lebih menarik dan berbeda bagi anda.
 
6.Pilihlah kemasan medium
 
Dalam membeli parfum akan lebih baik jika memilih ukuran atau volume yang menengah,dalam artian menengah biasanya parfum di bagi dalam empat jenis ukuran ,Yaitu 30 ml,50 ml,75 ml dan 100 ml.Oleh sebab itu jika anda sudah memutuskan pilihan jenis parfum yang akan anda beli,alangkah baiknya anda memilih ukuran yang 50 ml,Dikarenakan jika anda memilih ukuran yang terlalu besar maka apabila suatu saat anda bosan dengan aromanya dan jarang anda pakai lagi maka tidak menutup kemungkinan parfum tersebut akan rusak,Karena parfum juga memiliki batasan waktu,dan biasanya parfum yang rusak akan berubah warnanya dan diikuti dengan aroma yang berubah pula.