Perbedaan Eau de Parfum,Eau de Toilette dan Eau de Cologne Berdasarkan Tingkat Konsentratnya

Perbedaan Eau de Parfum,Eau de Toilette dan Eau de Cologne Berdasarkan Tingkat Konsentratnya

Perbedaan Eau de Parfum,Eau de Toilette dan Eau de Cologne Berdasarkan Tingkat Konsentratnya - Mengenali Jenis Parfum sangatlah penting, karena sebelum memakai parfum kita bisa mengenali jenis parfum bagaimana yang cocok dengan selera kita.Kebanyakan orang memakai parfum tanpa mengetahui tingkat konsentrat parfum itu sendiri.Padahal tiap-tiap jenis parfum mempunyai beberapa tingkat konsentrat dan tiap-tiap konsentrat mempunyai kegunaan masing-masing dalam cara pemakaianya.

Bibit parfum perlu diencerkan dengan pelarut karena bibit minyak murni baik itu alami maupun sintetis mengandung konsentrat tinggi yang mungkin dapat mengakibatkan reaksi alergi dan atau panas jika digunakan langsung ke kulit.Jika langsung digunakan di pakaian maka akan meninggalkan noda yang tentunya kurang sedap di pandang, Oleh sebab itu bibit minyak parfum perlu di campurkan dengan pelarut supaya dapat menguapkan bibit minyak esensial tersebut dan membantu mereka menyebar ke udara.


Selama ini pelarut yang paling umum digunakan untuk pengencer bibit parfum adalah etanol (alkohol) atau campuran etanol (alkohol) dan air. Sedang jenis-jenis parfum dan persentase volume konsentratnya dalam parfum adalah sebagai berikut:


Pengertian Jenis-Jenis parfum menurut konsentratnya terdiri dari tiga macam:
 
1.Eau de perfume (EDP): Parfum Eau de perfume ini kandungan alkoholnya rendah dengan kadar bibit parfum yang paling tinggi diantara jenis parfum yang lain, dan mempunyai aroma yang kuat dan dapat bertahan cukup lama. Jenis aroma parfum ini biasanya menggunakan bibit parfum sebanyak 25% hingga 30%. Namun jika di hitung dengan perbandingan maka jenis Eau de perfume menggunakan perbandingan satu berbanding dua sampai tiga, cocok digunakan untuk anda yang mempunyai aktifitas padat.

2.Eau de Toilette (EDT): Jenis parfum ini kadar alkoholnya lumayan tinggi dengan kadar bibit parfum yang sesuai untuk aromanya yang ringan,tidak terlalu tajam dan awet. Jenis parfum Eau de Toilette ini menggunakan bibit parfum sebanyak 15% hingga 20% dengan perbandingan rata-rata satu banding empat sampai lima, dan jenis parfum ini cocok digunakan pada setiap kesempatan.
 
3.Eau de Cologne (EDC): Wewangian jenis ini adalah wewangian yang ringan dan mempunyai jumlah kadar alkohol yang paling banyak diantara jenis parfum yang lain. Jenis wewangian ini memiliki kadar bibit parfum yang rendah biasanya menggunakan bibit parfum sebanyak 7% hingga 10% dan jika di buat perbandingan maka perbandinganya kurang lebih antara satu berbanding sembilan dan biasanya jenis Eau de Cologne ini digunakan setelah sehabis mandi untuk menyagarkan tubuh.

Semakin tinggi jumlah bibit parfum, maka intensitas dan aroma akan lebih tahan lama.Para produsen parfum menetapkan jumlah yang berbeda dari bibit parfum untuk masing-masing parfum mereka. Oleh karena itu, meskipun konsentrat bibit parfum dalam pengenceran Eau De Parfum (EDP) lebih tinggi dibandingkan parfum yang menggunakan takaran Eau De Toilette (EDT) namun keawetanya belum tentu lebih unggul dengan yang menggunakan Eau De Parfum (EDP), karena kekuatan bibit parfum yang digunakan oleh produsen parfum juga bermacam-macam-macam dan juga memegang peranan penting mengenai awet atau tidaknya parfum tersebut, Oleh sebab itu sebuah parfum EDT dari sebuah Produsen parfum mungkin lebih kuat daripada EDP dari Produsen parfum yang lain.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan ketikan Email Anda di bawah ini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di hobiparfum.com